Selasa, 01 Desember 2015

Ibadah HUT ke-54 Kemerdekaan Papua Barat KNPB Konsulat Wil.Gorontalo


KNPB Gorontalo News- sebelumnya jubir (Lukas Yobee) dan Emanuel Ukago selaku ketua KNPB konsulat wilayah Gorontalo telah mencoba masukan surat izin aksi damai di jalan di polres Gorontalo tetapi karena adanya provokator-provokator yang main dari dibelakang layar maka aksi dijalan telah gagal dan ditolak. Pihak polres diterima dengan baik lalu tunggu selembar surat balasan dari kami namun tetapi telah gagal dan tidak merespon surat balasannya.
Pada tanggal 29 jubir dan ketua mereka cek di polres surat yang masukan tetapi tidak balasan suratnya.
Maka KNPB Konsulat Wilayah Gorontalo dan AMPTPI mengadakan Aksi Ibadah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Papua Barat 1 Desember 2015 di kota Gorontalo kegiatan mulai pada pukul 13.30-14.30 WITA dengan alamat mengadakan kegiatan di Asrama Cenderawasih Papua Gorontalo dengan Thema: SADAR KITA ADALAH BANGSA PAPUA BUKAN BANGSA INDONESIA.
SUSUNAN ACARA:
1.      KATA PENGATAR (Agus Pigai) Pembawa Acara
2.      Doa Pembukaan (Beatus Pigome)
3.      Lagu Pengantar Pembacaan Sejarah Papua Barat “HAI TANAH KU”
4.      Sejarah Kemerdekaan Papua Barat (Jubir, Lukas Yobee)
5.      Doa Syafat (Achiko Wenda, Pengurus AMPTPI)
6.      Ruang Kesan dan Pesan
1.      Emanuel Ukago (Ketua KNPB Wilayah Gorontalo)
2.      Achiko Wenda (Pengurus AMPTPI)
7.      Lagu Penutup”Di sana Pulau Ku”
8.      Kesimpulan (Jubir Lukas Yobee
Foto. Masukan Surat Izin Kawali (Jubir Lukas.Y)

Foto. Masukan Surat Izin Kawali (Jubir Lukas.Y)








Jumat, 01 Mei 2015

Gelar Seruan Ibadah Tolak Aneksasi Papua Kedalam NKRI

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat wilayah Gorontalo, dalam Rangka Memperingati Hari Aneksasi Menolak Papua Kedalam Negara  penjajahan Bingakai Indonesia, yang ke 55 tahun 1963-2015. kemarin hari Jumat tanggal, 01 Mei 2015 tepat pukul 14.00-15.30, Komite Nasional Papua Barat Konsulat wilayah Gorontalo mengadakan aksi berupa Ibadah, dengan Tema: STOP MEMAKSAKAN PAPUA KEDALAM NEGARA INDONESIA Sub Tema : BERSAMA KEBENARAN SANG BINTANG KEJORA TUHAN AKAN MEMBERIKAN KEBEBASAN KEPADA KITA.

Pengusunan Ibadah Aksi di iringi dengan lagu Kebangsaan West Papua Barat, HAI TANAH KU, dalam aksi ibadah menolak aneksasi papua kedalam Negara Indonesia adalah:
1. Pembawah Acara Benyamin Pigai.
2. Doa Pembukaan Oleh Agus Pigai
3. Pembacaan Sikap  oleh Beatus Pigome
4. Merenung Sejarah dan Pembunuhan Oleh Lukas Yobee (Jubir) Emanuel Ukago Ketua KNPB
5. Doa Penutup Oleh Petrus Dogomo

Tanggal 01 Mei 1963 adalah awal pemusnahan Manusia Ras Melanesia di Papua Barat, dimana UNTEA menyerahkan Administrasi West Papua Kepada Indonesia secara sepihak tanpa diketahui oleh orang Papua Barat sebagai pemilik dan pewaris wilayah west Papua. Hal ini dilakukan atas kongkalinggong Amerika Serikat, Belanda, Indonesia dan PBB, untuk kepentingan ekonomi di Papua Barat, maka rakyat Papua jadi korban sampai dengan saat ini.
Aneksasi Bangsa Papua ke dalam NKRI melalui UNTEA 1 Mei 1963 merupakan kejahatan atas Hak Politik dan hak hidup serta Hak ekonomi bagi Ras Melanesia. 01 Mei 1963 merupakan awal pendudukan Indonesia di Tanah Papua. Kenyataannya, upaya pengkondisian Papua mulai dilakukan militer Indonesia sejak 1963 hingga 1969.

Minggu, 12 April 2015

SERUAN KNPB MENUJU 1 MEI 2015

1 Mei 1963, penguasa kolonial Indonesia menganeksasi wilayah West Papua. Kekuatan militer dan rekayasa Pepera 1969, seakan-akan membenarkan tindakan pendudukan ilegal Indonesia. Hingga tahun ke-55 ini, Indonesia tidak memiliki niat untuk memperbaiki bangsa Papua. Penguasa Indonesia hanya memiliki niat untuk memusnahkan bangsa Papua dan menguasai wilayah West Papua.
Rakyat Papua, dan terutama generasi muda West Papua tidak akan membiarkan bangsa Papua dimusnahkan dan teritori West Papua diambil alih oleh bangsa lain. Gemuruh perlawanan rakyat West Papua terus terdengar hingga ke belahan dunia, dan diatas tanah air West Papua,  kami berikrar menentukan arah perjuangan bersama bangsa-bangsa serumpun Melanesia.
Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyeruhkan seluruh pengurus Wilayah maupun konsulat KNPB, agar pada tanggal 1 Mei 2014 segera memediasi rakyat dalam aksi internasional, memperingati dan menolak aneksasi Indonesia diatas teritori West Papua.
Kita Harus Mengakhiri
Port Numbay, 12 April 2015
Victor Yeimo
Ketua Umum 
 

Perjuangan menjadi Milik Pribadi Kita Oleh Victor Yeimo

Kita harus menjadikan perjuangan ini sebagai milik pribadi kita. Kita harus yakin bahwa kolonialisme dalam bentuk apapun mutlak dilawan. Perlawanan kita bukan dilandaskan pada kebencian tetapi setulusnya untuk menyadarkan manusia-manusia serakah yang rakus dan tamak pada kekuasaan, yang dibangun dengan penuh rekayasa dan kebohongan. Karenanya, pola perlawanan yang damai dan bermartabat harus terus dilakukan tanpa dipengaruhi oleh provokasi kekerasan penjajah.
Kita harus tetap menyolidkan struktur bangsa kita yang tercerai-berai akibat hegemoni kolonialisme Indonesia. Tidak ada maksud baik yang hendak diterapkan Indonesia di West Papua, selain memusnahkan orang Papua dan menguasai tanah Papua. Arus kenikmatan kolonialisme jangan membawa larut seluruh kehidupan kita.



Victor Yeimo