Selasa, 12 Januari 2016

Aku dan Awan

Aku dan Awan
Deru angin menuntunku pelan
Dalam suasana haru membingungkan
Aku terisak lirih di atas awan
Dijejali sepi dan kekuatan

Setinggi ini aku terbang tanpa sayap
Tampak langit biru senyap
Di dinding dinding awan aku merayap
Menghalau bentangan jiwa yang kalap
Egoku mempertebalkan gelap
Di atas awan tak kupandang persinggahanku
Hanya terlihat setitik noda putih kaku
Ah… risau menyelami kalbu
Selanjutnya membuka mata terasa malu
Aku masih terisak di atas awan lama
Dihimpit malu dan kecewa
Air mataku tak lelah bicara
Hingga kering danau dalam sukma
Membuat hati terasa hampa menyentuh bahagia