Minggu, 12 April 2015

SERUAN KNPB MENUJU 1 MEI 2015

1 Mei 1963, penguasa kolonial Indonesia menganeksasi wilayah West Papua. Kekuatan militer dan rekayasa Pepera 1969, seakan-akan membenarkan tindakan pendudukan ilegal Indonesia. Hingga tahun ke-55 ini, Indonesia tidak memiliki niat untuk memperbaiki bangsa Papua. Penguasa Indonesia hanya memiliki niat untuk memusnahkan bangsa Papua dan menguasai wilayah West Papua.
Rakyat Papua, dan terutama generasi muda West Papua tidak akan membiarkan bangsa Papua dimusnahkan dan teritori West Papua diambil alih oleh bangsa lain. Gemuruh perlawanan rakyat West Papua terus terdengar hingga ke belahan dunia, dan diatas tanah air West Papua,  kami berikrar menentukan arah perjuangan bersama bangsa-bangsa serumpun Melanesia.
Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyeruhkan seluruh pengurus Wilayah maupun konsulat KNPB, agar pada tanggal 1 Mei 2014 segera memediasi rakyat dalam aksi internasional, memperingati dan menolak aneksasi Indonesia diatas teritori West Papua.
Kita Harus Mengakhiri
Port Numbay, 12 April 2015
Victor Yeimo
Ketua Umum 
 

Perjuangan menjadi Milik Pribadi Kita Oleh Victor Yeimo

Kita harus menjadikan perjuangan ini sebagai milik pribadi kita. Kita harus yakin bahwa kolonialisme dalam bentuk apapun mutlak dilawan. Perlawanan kita bukan dilandaskan pada kebencian tetapi setulusnya untuk menyadarkan manusia-manusia serakah yang rakus dan tamak pada kekuasaan, yang dibangun dengan penuh rekayasa dan kebohongan. Karenanya, pola perlawanan yang damai dan bermartabat harus terus dilakukan tanpa dipengaruhi oleh provokasi kekerasan penjajah.
Kita harus tetap menyolidkan struktur bangsa kita yang tercerai-berai akibat hegemoni kolonialisme Indonesia. Tidak ada maksud baik yang hendak diterapkan Indonesia di West Papua, selain memusnahkan orang Papua dan menguasai tanah Papua. Arus kenikmatan kolonialisme jangan membawa larut seluruh kehidupan kita.



Victor Yeimo